Jika anda ingin menjadi seorang pemimpin maka anda harus punya jiwa besar dalam menjalankan kepemimpinan. Anda bukan orang biasa lagi, karena sudah bergelar pemimpin, baik pemimpin yang diangkat maupun pemimpin yang lahir karena bakat dalam dirinya. Berikut adalah yang harus dimiliki oleh pemimpin.
1. Siap menjadi Laut
Dari pujian sampai sumpah serapah semua bermuara ke pemimpin, ketika jangka pendek menunjukkan hasil baik, dielu-elukanlah sampai begitu tidak enaknya. Begitu juga ketika hasil jangka pendek begitu mengecewakan, siaplah dipersalahkan dengan segala jenis kesalahannya.
2. Siap menjadi Parang
Membuka jalan, membuka paradigma, membuka peluang-peluang yang mungkin dikerjakan sebagai bagian misi pengikutnya untuk menuju visinya. Siap menabrak ilalang yang tajam, siap “gompal” membentur akar yang keras, siap mengasah diri sepanjang waktu.
3. Siap menjadi Sekat
Tipis sekali beda antara ambisi pribadi pada yang dipimpinnya dengan tanggung jawab pribadi terhadap apa yang dipimpinnya. Tipis sekali antara konsisten mempertahankan arah dengan antikritik. Tipis sekali antara keinginan mempertahankan dengan memforsir yang dipimpinnya.
Tipis sekali beda antara memajukan semua dengan memajukan diri sendiri, kita sendirilah yang harus tahu sekat pembedanya
4. Siap menjadi Sweeper
Siap mengucapkan terima kasih atas selemah apapun upaya pengikutnya, yang penting dia sudah berproses. memberesi sampah-sampah yang ditinggalkan, memastikan tidak ada pengikut yang tertinggal.
5. Siap menjadi Baja
Menjadi pemimpin berarti siap untuk menjadi tidak dimengerti, konsekuensinya ya diprotes, disalahkan, bahkan dihujat. Karena pemimpin yang selalu bisa dimengerti kemungkinannya dua. pertama : dia bukan pemimpin yang bervisi, pemikirannya biasa-biasa saja makannya pengikutnya memahami jalan pikirannya. Atau kedua : Dia “ketungkul” memberi penjelasan, melakukan klarifikasi, rapat-rapat panjang lebar hingga action menjadi lambat.
Kebesaran seorang pemimpin dilihat dari seberapa besar visinya.
6. Siap menjadi Stabilizer
Mengatur manusia itu beda dengan mengatur bebek. Bebek bisa diatur dengan remot, tapi manusia mempunyai gelombang fluktuatif yang dinamakan emosi. Harus siap menjaga kontinuitas misi dalam semaksimal mungkin meredam fluktuasi emosi yang kadang merugikan.
7. Siap menjadi Bantalan
Siap diinjak-injak, disalahkan. Harus memaklumi bahwa kedewasaan pengikut satu sama lain itu berbeda. Maka tidak heran bila ada pengikut yang sebetulnya salah, tetapi yang disalahkan konsepnya. Maka dalam kondisi sebagai bantalan, harus siap menjamin laju yang dipimpinannya tetap berjalan, tidak terhenti karena masalah-masalah seperti ini.
8. Siap menjadi Kapas
Pemimpin bukan Tuhan, yang targetnya harus selalu tercapai.Yang harus selalu dipuji, yang harus selalu diikuti. Pemimpin yang berhasil adalah dia yang senantiasa memasrahkan kepemimpinannya kepada Dzat Yang Maha Besar, yang kepada-Nya akan ia pertanggung jawabkan kepemimpinan itu.
9. Siap menjadi Mulia
Itulah kenapa pemimpin mulia, kesiapan-kesiapan itu tidaklah mudah. Perlu belajar yang extra pedas dan extra keras, bukan hanya dipelajari, tetapi juga diaplikasikan. Dan resikonya, bila tidak bisa siap semua-muanya, bukannya mulia, tapi hina dinalah dia.
10. Siap menjadi Diri Sendiri
Pemimpin itu unik, sesuai dengan karakter personalnya. Orang yang tidak berkarakter tidak akan bisa menjadi pemimpin yang berhasil. Maka memimpinlah dengan karakter milik sendiri, tidak usah memaksakan menjadi seperti orang lain, sebaik orang lain, sebijak orang lain, sesabar orang lain. Dengan ukuran kita sendiri saja

Mantaaaabbbbbbb, boleh di copy gak....!!!!!
BalasHapuscopy boleh... yang penting diamalkan...
BalasHapus