Sekarang jaman 3 in 1, targetnya adalah efisiensi. Bagi pengendara mobil Kota Jakarta sudah tidak heran dengan istilah 3 in 1, artinya 3 orang dalam 1 mobil. Yang suka keramas juga tak asing dengan istilah 3 in 1, artinya dalam satu kali keramas sudah dapat 3 manfaat. Bagi yang suka makan permen juga ga mau kalah, permen nano2 jadi pilihan, 1 permen ada banyak rasa. Para pecinta film indonesia juga ada 1 rumah 3 cinta. Para manic kopi, ada kopi 3 in 1. dan masih banyak sekali produk yang dibuat dengan konsep 3 in 1.
Nah.. disini saya mengajak semua yang hobi dengan tanaman buah agar jangan mau ketinggalan jaman. Sekarang sudah banyak ditanam pohon yang bisa berbuah sampai lebih dari lima jenis dengan varietas unggul, dan hasil panennyapun sangat memuaskan.
Memanfaatkan lahan yang tersisa dirumah dengan cara menanam langsung pada tanah langsung atau dengan media pot. Untuk pohon mangga perlu pot seukuran drum oli yg dibelah 2 seperti memotong pempek lenjer. Ini perlu karena pohon mangga memiliki akar yg besar, namun hal tersebut masih bisa diantisipasi dengan mengoptimalkan unsur yg diperlukan pohon agar tingkat produktivitas tinggi, dengan ukuran pohon yg mini. Pengalaman saya sih, lansung tanam ditanah tanpa pot, kebetulan luas halaman cukup untuk 3 pohon besar.Nah.. disini saya mengajak semua yang hobi dengan tanaman buah agar jangan mau ketinggalan jaman. Sekarang sudah banyak ditanam pohon yang bisa berbuah sampai lebih dari lima jenis dengan varietas unggul, dan hasil panennyapun sangat memuaskan.
Nah kembali pada pokok permasalahan, 'satu pohon lima jenis buah mangga'. Teori ini sudah ada sejak jaman belanda jadi juragan di negeri ini. Ya enggak ada salahnya kalau kita implementasikan dirumah atau dikebun, bahkan untuk prospek bisnis skala besar sekalipun. Mengapa bisa lima jenis yang berbeda..? Ini merupakan persilangan bibit dengan cara menempel lima jenis mangga pada satu pohon induk... gampangkan...? Silahkan pelajari cara menempel tanaman. Tantangan dalam proses menempel adalah mempersiapkan induk yg cukup umur ± 5cm diameter serta akar yang kuat. Selanjutnya mencari 5 bibit unggul yang berbeda jenis. Indukan kita pilih yang memiliki mata tunas banyak, karena disitu tempat kita menempelkan. Proses ini perlu kesabaran dan telaten.
Saat ini sudah banyak dijual bibit pohon mangga 5 in 1. Sebelum membeli bibit pohon, kita perlu mengenali rasa buah mangganya sehingga tidak kecewa saat panen. Untuk mangga lokal, kita mengenal mangga unggulan seperti harum manis, indramayu, manalagi, golek, madu keraton, kenyot, gedong, gincu, dll. Semua memiliki ciri dan kelebihan yang berbeda. Disamping itu ada juga bibit mangga dari luar seperti chokanan, falan, margarin, namdokmai, kiosawei, dll. Ini juga memiliki ciri dan kelebihan masing2.
Kebetulan saya tidak mau ribet dengan urusan menempel, jadi langsung beli tuh bibit 5 in 1, dengan indukan mangga simanalagi dan tempelan bibit dari luar. nanti hasilnya jadi mangga indo. Kalian bisa lihat artis2 indo banyak yang cantik dan tampan, nah kira2 begitu juga harapan saya pada bibit mangga tersebut, manis, legit, banyak yang naksir....hehe..
Untuk satu bibit pohon 5in1 dibandrol 250rb. Harga tergantung ukuran bibit.
PERAWATAN
Merawat pohon mangga bukan perkara sulit. Yang sangat perlu diperhatikan adalah air dan matahari. Pohon mangga dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis tanah. Selama masa pertumbuhan perlu diberi penguat akar. Pohon secara alamiah akan tumbuh dan berbuah. Jangan memberi pupuk berlebihan, karena bisa merusak akar dan pohon bisa mati.
Karena terdiri dari bibit yang berbeda, maka kecepatan pertumbuhan masing2 jenis juga berbeda. Ini perlu diperhatikan jangan sampai bibit yang pertumbuhannya cepat, menutupi bibit yang lebih lambat pertumbuhannya. Bibit yang lebih kecil bisa mati karena tidak mendapat sinar matahari. Maka perlu pemangkasan agar tumbuh lebih seimbang.
Selanjutnya anda tinggal menunggu waktu panen dan menikmati hasilnya. Bagi para pehobi, ini dapat dijadikan peluang bisnis.
Demikian dulu sharenya, semoga bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar