Halaman

Berpikirlah Kritis

Manusia tidak hanya diminta oleh Tuhan untuk membaca alam fisika, tapi juga manusia dan hubungan sosialnya, bahkan juga tentang Penciptanya. Begitu pula dengan ilmu-ilmu ekonomi, hukum, budaya juga politik, Anda pun diminta senantiasa untuk berpikirsetelah membaca suatu hal.
Dan setelah membaca, maka anda diminta untuk merenungkembali serta menyadari bahwa semua itu adalah bagian dari ketetapan Tuhan, bukan terpisah sebagai ilmu pengetahuan saja, semata-mata kemajuan teknologi, atau material saja. Jika manusia tak mampu untukmemberdayakan kemampuan nalar (reasoning power) dalam dirinya, maka manusia dalam keadaan "terputus" (dari mata rantai kehidupan) dan menjadi kehilangan arah. Banyak kalangan ilmuwan yang begitu mempertuhankan ilmu tanpa menyadari realitas ilmu sendiri nyata-nyata adalah ketetapan atau hukum yang datang dari Sang Pencipta. Dengan kemampuan nalar pulalah, seorang dapat mencerna unsur-unsur penting yang ada pada alam ini sebagai satu kesatuan sunatullah.
Anda harus memiliki prisnsip kuat sebagai pegangan dan landasan pertama sebelum "membaca" realitas alam dihadapan anda. Ayat yang berbunyi : "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan" - diletakan oleh Allah SWT, pada urutan pertama surat Al-'Alaq atau yang lebih dikenal dengan Iqra'. Inilah pegangan yang harus digenggamkuat-kuat sebelum "membaca", artinya bahwa segala sesuatu atau kebenaran seluruhnya adalah milik Allah. Ingatlah, bahwa suatu bacaan akan menimbulkan pengaruh yang sangat kuat pada diri anda. Allah selalu mengajak anda untuk berpikir, melatih fungsi otak dan hati anda. Cobalah anda cermati pertanyaan Allah yang terdapat dalam Surat Al 'Alaq ayat 10-14 di bawah ini, berikan pula jawaban anda menyikapi pertanyaan tersebut :
Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang seseorang ketika ia mengerjakan sholat ?
Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada diatas kebenaran, atau dia menyuruhmu bertaqwa kepada Allah ?
Bagaimana pendapatmu jika orang itu mendustakan dan berpaling dari Allah ?
Tidakkah ia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya ?
Cobalah anda buat angka sepuluh dengan angka romawi (X). kemudian angka dua puluh (XX), lalu angka seratus, selanjutnya angka seribu. Nah sekarang tulislah angka satu juta, masih dengan angka romawi tersebut, kemudian angka dua milyar, selanjutnya angka sepuluh milyar, trilyun atau biliun, dan semuanya harus dengan angka romawi!
Pada tahun 976 M, seseorang telah memberikan hal tersbut secara mendalam. Sebuah masalah besar-bagaimana menuliskan bilangan dalam jumlah besar dan menggunakan angka-angka yang demikian rumit itu telah terpecahkan. Dialah Muhammad bin Ahmad, penemu angka 0 (nol). Kini anda dapat dengan mudah menuliskan bilangan tadi dengan bantuan angka nol hasil penemuannya. Kemudian pemikiran tersebut dilanjutkan oleh Muhammad bin Musa Al Khawarizmiy yang menemukan perhitungan Al Jabar, dasar dari ilmu pasti itu. Dan mereka para pejuang-pejuang kecerdasan itulahyang telah meretas jalan menuju kemajuan science- sebuah usah "membaca" sifat-sifat Tuhan.
Dalam keadaan mendekati hampa udara, arus listrik dapat dialirkan diantara dua buah ujung kawat meski tak bersentuhan satu dengan yang lain. Ini adalah penemuan praktis bermakna, hasil pemikiran Thomas Alpha Edison pada tahun 1882 yaitu bola lampu pijar. Ia tak hanya seorang penemu tapi juga memikirkan organisasi dan perusahaan yang bisa mengelola penemuan tersebut. Sauatu hal yang paling penting yakni berdirinya perusahan raksasa "General Electric Company", yang hingga kini masih bertengger sebagai perusahaan raksasa dunia yang sangat kuat.
Penekanan pentingnya berpikir serta belajar ini sangat dimuliakan oleh Allah. Selain predikat keutamaan-bagi kaum muslimin yang beriman serta yang terus menerus berpikir tentang hakekat penciptaannya dimuka bumi-yang hampir disebutkan Allah hampir disetiap ayatnya, maka keutamaan manusia yang berpikir lainnya adalah ia mampu meyelamatkan dirinya juga sesamanya dari lembah kehancuran;  ia pun mampu mendorong manusia pada kemajuan peradaban. Begitu banyak "bacaan" yang dapat dipelajari disekitar kita. Ia bisa merupakan kejadian-kejadian; atau pengalaman-pengalaaman baik dari diri kita sendiri ataupun orang lain, yang pada intinya dapat dipetik untuk dijadikan teladan, peringatan, ataupun kesimpulan. (omen212ws)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar