Pulau Bali atau sering orang indonesia bilang Pulau Dewata. Why, tentu saja karena aroma hinduisme sangat kental di sana. Hampir sepanjang jalan yang kita lalui akan terlihat gapura di depan rumah penduduk yang konon memang diwajibkan oleh pemerintah daerah setempat untuk mendirikannya sebagai pintu gerbang masuk rumah mereka......... Penganut agama hindu disana secara rutin melakukan ritual keagamaan dengan berbagai cara sesuai keyakinannya, misalnya meletakan bunga didepan pagar, dihalaman, teras, ruangan kamar serta melakukan sembahyang untuk para dewa. Pemandangan ini yang akhirnya pulau bali disebut juga dengan pulau dewata.Bali merupakan salah satu tujuan wisata baik lokal maupun internasional. Mungkin dikalangan wisatawan mancanegara ebih mengenal bali daripada jakarta atau indonesia. Saya yang notabene orang indonesia memperioritaskan bali sebagai tujuan liburan, dibandingkan obyek wisata lainnya di indonesia. Bukan karena saya beragama hindu atau keturunan bali, tapi memang bali mempunyai daya tarik tersendiri bagi saya, pemandangan yang eksotik ada disana. Masyarakat yang ramah juga menambah kenyamanan saat berada disana.
Tentu saja peran dari pemerintah setempat tidak bisa diabaikan atas perkembangan pariwisata disana, toleransi beragama dijunjung tinggi, berbagai budaya yang masuk ke daerah bali seakan tidak mampu mengintervensi budaya lokal yang dihormati dan dijunjung tinggi oleh pemerintah dan masyarakatnya. Kehadiran bule-bule tidak mampu merubah gaya hidup penduduk setempat. Masyarakatnya dengan teguh mempertahankan eksistensi budaya dan agama disana.
Disaat keadaan tenang, orang-orang yang sedang berlibur, bercanda, bermain , tertawa, makan, sembahyang, dikejutkan oleh kehadiran bom yang meledak dahsyat serta mematikan. Ratusan orang tercabut nyawanya, bali berkabung.......... dunia mengecam....... perang melawan teroris dicanangkan.... perburuan pelaku dilakukan.... hadiah diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap atau memberikan informasi pelaku peledakan,.......... salah satu kelompok beraroma keagamaan dituduh sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Bali kelabu, sebagian turis mancanegara memutuskan untuk pulang ke negeranya lebih awal, sebagian membatalkan kunjungan kesana. Beberapa bulan bahkan tahunan lamaya pemerintah dan masyarakat setempat berusaha mengembalikan kondisi bali seperti sediakala, mencoba meyakinkan kembali kepada masyarakat internasional bahwa bali merupakan daerah yang aman dengan julukan "surga dunia". Pemerintah pusatpun tidak luput dari tanggung jawab menangkap kelompok pelaku peledakan. Seolah ingin menunjukan keseriusan kepada dunia, bahwa aparat keamanan indonesia mampu menumpas teroris, demi terselamatkan pariwisata disana.
Kehadiran bom tidak menyurutkan saya untuk berkunjung kesana. Dan memang saat berada disana, suasana aman damai dan tenteram. Pantai yang eksotik, tarian dan musik bali yang indah, pura yang bersejarah, lukisan yang berseni tinggi, seolah mencuci mata dan telinga.
Jangan lupa membawa uang yang cukup, apalagi kalau kita doyan belanja.....
emang sih, tp bnyk punglinya kalo kita pergi nggak sama penduduk asli. Apalagi gw skrg ga bisa ke tmpt2 spooky kyk gt, hehe..
BalasHapus