Halaman

Budidaya Manggis

I. BIBIT
Bibit tanaman manggis dapat diperoleh dengan :
1. Biji
2. Sambungan pucuk (Top grafting)
3. Penyusuan (Approach grafting)..........
Syarat tumbuh bagi tanaman manggis adalah lingkungan yang memiliki ketinggian ± 800 m dpl, suhu udara berkisar 22oC - 32oC, curah hujan 1500-2500 mm/tahun dan penyinaran matahari antara 40%-70%.
Tipe iklim yang cocok untuk pembungaan tanaman manggis adalah tipe iklim Aabcd - Bab dan Cab. Artinya untuk daerah yang tidak mempunyai bulan kering, air tanah dari sangat dangkal sampai dengan sangat dalam masih dapat digunakan untuk tanaman manggis.
Tanah yang diperlukan oleh tanaman manggis adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), reaksi tanahnya agak asam samoai netral (pH 5-&), dan drainasenya baik.

II. PENGOLAHAN TANAH
  1. Sebelum dilakukan penanaman, perlu dilakukan pengolahan tanah secara menyeluruh. Setelah diolah, sebaiknya dibiarkan beberapa hari baru dibuat lubang tanam. Pemasangan ajir bambu pada tempat yang akan dibuat lubang tanam.
  2. Jarak tanam umumnya 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m untuk tanaman beasal dari biji, dan 5 m x 5 m atau 6 m x 5 m untuk tanaman hasil perbanyakan secara vegetativ.
  3. 3. Ajir bambu pertama diletakkan di pinggir (batas) kebun dengan jarak setengah jarak tanam yang sudah ditentukan.
  4. Pembuatan lubang tanam dengan ukuran yang bervariasi menurut kesuburan tanahnya yaitu 50 cm x 50 cm x 50 cm sampai 100 cm x 100 cm x 100 cm.
  5. Tanah galian lubang tanam dicampur dengan pupuk kandang yang telah mastang sebanyak 20-30 kg (atau tergantung kesuburan tanah) per lubang tanam, dan dibiarkan 15-30 hari, kemudian dimasukkan kembali.
  6. Penanaman yang paling tepat adalah pada awal musim hujan. Sebelum penanaman dilakukan pemupukan dasr berupa 500 g ZA, 250 g TSP dan 200 g KCl per lubang tanam, dengan cara menaburkan secara merata dalam lubang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.
III. PEMUPUKAN
Sampai saat ini rekomendasi pemupukan manggis belum ada, tetapi sebagai pedoman atau patokan dalam pemupukan dapat dilihat pada tabel berikut :Jenis pupuk Dosis per tan./th (gram) Waktu pemberian
Pupuk kandang 40.000 Sekaligus menjelang musim penghujan
ZA 500 - 700 - 1/2 dosis pada awal musim penghujan
- 1/2 dosis pada akhir musim penghujan
TSP 500 Idem
KCl 400 Idem
NPK 500 Pada saat pembuahan
atau
Jenis pupuk Dosis per tan./th (gram) Waktu pemberian
Pupuk kandang 40.000 Sekaligus menjelang musim penghujan
Urea 200 - 250
400 - 500
3.000 - 6.000 Pada umur 6 bulan
Pada umur 1-3 tahun
Pada umur 4 tahun dst
TSP 200 - 250
400 - 500
3.000 - 6.000 Pada umur 6 bulan
Pada umur 1-3 tahun
Pada umur 4 tahun dst
KCl 200 - 250
400 - 500
3.000 - 6.000 Pada umur 6 bulan
Pada umur 1-3 tahun
Pada umur 4 tahun dst
Cara pemberian pupuk adalah dengan membuat larikan 10-20 cm di tepi atau ujung tajuk, setelah pupuk ditabur merata dalam larikan tersebut, segera ditutup dengan tanah dan langsung disiram hingga cukup basah.

IV. PEMELIHARAAN
1. Penyiraman
Pada fase awal pertumbuhan, penyiraman (pengairan) perlu dilakukan secara intensif yaitu satu atau dua kali sehari. Setalah dewasa atau telah berumur labih dari 5 tahun penyiraman dapat dikurangi intervalnya.
2. Penyiangan

Waktu penyiangan dilakukan sesuai dengan keadaan pertumbuhan gulma di sekitar tanaman, dan untuk menghemat biaya, sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanaman.
3. Pemangkasan

Dilakukan terutama setelah pemanenan, dan cabang yang dipangkas adalah cabang yang tumbuhnya kembar, yang rusak maupun yang mati atau yang tidak berbuah lagi.
4. Mengatur pembungaan dan bobot buah rata-rata

Untuk merangsang tanaman manggis agar berbunga lebat dan menghasilkan buah dengan bobot 100-200 g/buah, dilakukan penjarangan bunga dan disertai pemupukan yang intensif.
V. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT


A. Hama

1. Ulat bulu
Gejala : lubang tidak beraturan pada bagian daun
Pengendalian :
• kebersihan kebun (sanitasi)
• penyemprotan insektisida, seperti Bayrusil 250 EC atau Cymbush 50 EC pada konsentrasi 0,1%-0,2%

B. Penyakit

1. Bercak daun
Penyebab :
• Cendawan Pestalotia sp
• Cendawan Gloesporium sp
• Cendawan Helminthosporium sp
Gejala :
• Bercak daun secara tidak beraturan
• Serangan Pestalotia spadalah warna kelabu pada pusat bercaknya
• Serangan Helminthosporium sp mengakibatkan warna coklat
• Serangan Gloesporium sp menimbulkan becak pada sisi atas daun yang warnanya hitam
Pengendalian :
• mengurangi kelembaban sekitar tanaman
• memangkas daun yang terserang parah
• penyemprotan fungisida seperti Bayfidan 250 EC atau Baycor 300 EC pada konsentrasi 0,1%-0,2%
2 .Jamur Upas
Penyebab : Cendawan Corticium salmonicolor
Gejala : Matinya cabang atau ranting akibat jaringan kulitnya mengering sehingga sering disebut penyakit mati cabang atau ranting
Pengendalian :
• memangkas atau memotong bagian atau ranting yang terserang parah
• mengerok kulit dan bagian kayu yang terserang kemudian diolesi dengan cat atau disemprot dengan fingisida seperti Derosal 60 WP 0,1%-0,2%
3. Hawar benang
Penyebab : Cendawan Marasmus scandensis
Gejala : Adanya benang-benang putih yang hidup pada permukaan cabang dan ranting. Benang-benang putih tersebut meluas menutupi permukaan bawah daun sehingga dapat mematikan daun tersebut
Pengendalian :
• menjaga kebersihan kebun
• memangkas daun yang terserang cukup parah
4. Kanker batang atau cabang
Penyebab : Cendawan Botryosphaeris ribis
Gejala : Perubahan warna kulit batang atau cabang dan mengeluarkan getah
Pengendalian :
• perbaikan drainase tanah
• menjaga kebersihan kebun
• pemangkasan bagian tanaman yang sakit
• penyemprotan fungisida seperti Benlate, Cobox atau Cupravit 0,1%-0,2%
5. Hawar rambut kuda
Penyebab : Cendawan Marasmus euicrinis Mull
Gejala : Cendawan saprofit berupa benang-benang berwarna coklat kehitaman mirip rambut ekor kuda menutupi tanaman manggis
Pengendalian :
• perbaikan drainase tanah
• menjaga kebersihan kebun
• pemangkasan bagian tanaman yang sakit
• penyemprotan fungisida seperti Benlate, Cobox atau Cupravit 0,1%-0,2%
6. Busuk buah
Penyebab : Cendawan Botryodiplodia theobromao
Gejala : Busuk buah yang diawali dari bagian pangkal buah kemudian meluas ke seluruh bagian buah dan mengakibatkan warna kulit buah menjadi suram
Pengendalian :
• perbaikan drainase tanah
• menjaga kebersihan kebun
• pemangkasan bagian tanaman yang sakit
• penyemprotan fungisida seperti Benlate, Cobox atau Cupravit 0,1%-0,2%
• penanganan waktu panen dan pascapanen

C. Gamosis
Penyebab : Bukan patogen
Gejala : Dahan dan terutama buah manggis mengeluarkan cairan gam berwarna kuning. Buah-buah yang bergam kuning biasanya keras sehingga sulit dibuka dan berasa pahit. Gam ini timbul apabila dahan atau buah terluka, kadang-kaang tidak terlihat pada kulit buah tetapi terlihat di dalam buah yang telah matang.

VI. PANEN DAN PASCAPANEN
Ciri buah manggis sudah siap dipanen adalah kulit buah berwarna ungu kemerah-merahan. Buah manggis mulai dapat dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar. (omen)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar